taat suami surga buat istri

Diposting oleh Excell haryanto pada 06:44, 07-Peb-14

Dalam bingkai rumah tangga, pasangan suami dan istri masing-masing memiliki hak dan kewajiban. Suami sebagai pemimpin, berkewajiban menjaga istri dan anak-anaknya baik dalam urusan agama atau dunianya, menafkahi mereka dengan memenuhi kebutuhan makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggalnya. Tanggungjawab suami yang tidak ringan diatas diimbangi dengan ketaatan seorang istri pada suaminya. Kewajiban seorang istri dalam urusan suaminya setahap setelah kewajiban dalam urusan agamanya. Hak suami diatas hak siapapun setelah hak Allah dan Rasul-Nya, termasuk hak kedua orang tua. Mentaatinya dalam perkara yang baik menjadi tanggungjawab terpenting seorang istri. Surga atau Neraka Seorang Istri Ketaatan istri pada suami adalah jaminan surganya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya) Suami adalah surga atau neraka bagi seorang istri. Keridhoan suami menjadi keridhoan Allah. Istri yang tidak diridhoi suaminya karena tidak taat dikatakan sebagai wanita yang durhaka dan kufur nikmat. Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda bahwa beliau melihat wanita adalah penghuni neraka terbanyak. Seorang wanita pun bertanya kepada beliau mengapa demikian? Rasulullah pun menjawab bahwa diantarantanya karena wanita banyak yang durhaka kepada suaminya. (HR Bukhari Muslim) Kedudukan Hak Suami Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalau aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka aku akan memerintahkan para istri untuk sujud kepada suaminya, disebabkan karena Allah telah menetapkan hak bagi para suami atas mereka (para istri). (HR Abu Dawud, Tirmidzi, ia berkata, “hadis hasan shahih.” Dinyatakan shahih oleh Syaikh Albani) Hak suami berada diatas hak siapapun manusia termasuk hak kedua orang tua. Hak suami bahkan harus didahulukan oleh seorang istri daripada ibadah- ibadah yang bersifat sunnah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh bagi seorang perempuan berpuasa sementara suaminya ada di rumah kecuali dengan izinnya. Dan tidak boleh baginya meminta izin di rumahnya kecuali dengan izinnya.” (HR Bukhari Muslim) Dalam hak berhubungan suami- istri, jika suami mengajaknya untuk berhubungan, maka istri tidak boleh menolaknya. “Jika seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidur, kemudian si istri tidak mendatanginya, dan suami tidur dalam keadaan marah, maka para malaikat akan melaknatnya sampai pagi.” (HR Bukhari Muslim) Berbakti Kepada Suami Diantara kewajiban seorang istri atas suaminya juga adalah, hendaknya seorang istri benar- benar menjaga amanah suami di rumahnya, baik harta suami dan rahasia-rahasianya, begitu juga bersungguhnya-sungguh mengurus urusan-urusan rumah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan wanita adalahpenanggungjawab di rumah suaminya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban.” (HR Bukhari Muslim) Syaikhul Islam berkata, “Firman Allah, “Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diriketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (QS. An Nisa [4]: 34) Ayat ini menunjukkan wajibnya seorang istri taat pada suami dalam hal berbakti kepadanya, ketika bepergian bersamanya dan lain-lain. Sebagaimana juga hal ini diterangkan dalam sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Lihat Majmu Al Fatawa 32/260-261 via Tanbihat, hal. 94, DR Shaleh Al Fauzan) Berkhidmat kepada suami dengan melayaninya dalam segala kebutuhan-kebutuhannya adalah diantara tugas seorang istri. Bukan sebaliknya, istri yang malah dilayani oleh suami. Hal ini didukung oleh firman Allah, “Dan laki-laki itu adalah pemimpin bagi wanita.” (QS. An Nisa [4]: 34) Ibnul Qayyim berdalil dengan ayat diatas, jika suami menjadi pelayan bagi istrinya, dalam memasak, mencuci, mengurus rumah dan lain-lain, maka itu termasuk perbuatan munkar. Karena berarti dengan demikian sang suami tidak lagi menjadi pemimpin. Justru karena tugas- tugas istri dalam melayani suami lah, Allah pun mewajibkan para suami untuk menafkahi istri dengan memberinya makan, pakaian dan tempat tinggal. (Lihat Zaad Al-Ma’aad 5/188-199 via Tanbihat, hal. 95, DR Shaleh Al Fauzan) Bukan juga sebaliknya, istri yang malah menafkahi suami dengan bekerja di luar rumah untuk kebutuhan rumah tangga. Tidak Keluar Rumah Kecuali Dengan Izin Suami Seorang istri juga tidak boleh keluar rumah kecuali dengan izin suami. Karena tempat asal wanita itu di rumah. Sebagaimana firman Allah, “Dan tinggal-lah kalian (para wanita) di rumah-rumah kalian.” (QS. Al Ahzab [33]: 33) Ibnu Katsir berkata, “Ayat ini menunjukkan bahwa wanita tidak boleh keluar rumah kecuali ada kebutuhan.” (Tafsir Al Quran Al Adzim 6/408). Dengan demikian, wanita tidak boleh keluar rumah melainkan untuk urusan yang penting atau termasuk kebutuhan seperti memasak dan lain-lain. Jika bukan urusan tersebut, maka seorang istri tidak boleh keluar rumah melainkan dengan izin suaminya. Syaikhul Islam berkata, “Tidak halal bagi seorang wanita keluar rumah tanpa izin suaminya, jika ia keluar rumah tanpa izin suaminya, berarti ia telah berbuat nusyuz (durhaka), bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta layak mendapat hukuman.” Penutup Semua ketentuan yang telah Allah tetapkan di atas sama sekali bukan bertujuan membatasi ruang gerak para wanita, merendahkan harkat dan martabatnya, sebagaimana yang didengungkan oleh orang-orang kafir tentang ajaran Islam. Semua itu adalah syariat Allah yang sarat dengan hikmah. Dan hikmah dari melaksanakan dengan tulus semua ketetapan Allah di atas adalah berlangsungnya bahtera rumah tangga yang harmonis dan penuh dengan kenyamanan. Ketaatan pada suami pun dibatasi dalam perkara yang baik saja dan sesuai dengan kemampuan. Mudah-mudahan Allah mengaruniakan kepada kita semua keluarga yang barakah.***Wallahu ‘alam. — Penulis: Ustadz Abu Khalid Resa Gunarsa, Lc Artikel Muslim.Or.Id

benerin rem cakram depan yang kurang pakem tanpa buka tutup nipel

Diposting oleh Excell haryanto pada 06:48, 23-Des-13

Ada kalanya proses pergantian Fluida atau mengganti minyak rem akan membuat udara masuk ke dalam master,selang dan kaliper bersamaan saat fluida dibuang ini diakibatkan karena proses alami karena master bekerja dengan dorongan atau pompa nah proses seperti pasti ada hubungannya dengan udara. Nah langsung ke judul saja, untuk mengatasi udara yang masuk dalam komponen mau tidak mau kita harus memompa/mengocok handel rem berulang kali disertai dengan buka tutup nipel agar udara bisa keluar karena tertekan cairan fluida terus menerus. Percaya gak percaya masbro bahwa ada cara yang lebih gampang lagi ketimbang buka tutup nipel membuat tangan kita ekstra kerja keras dua duanya tangan kiri memompa tangan kanan buka tutup nipel, nah caranya sebagai berikut. 1. Reservoir biarkan dalam keadaan terbuka. 2. Tutup nipel biarkan ketutup. 3. Pompa handel terus menerus sampai ada gelembung2 udara keluar dari bawah. 4. Jika gelembung gelembung sudah muncul dari bawah sudah dipastikan cairan fluidapun akan berkurang dengan sendirinya. 5. Tambahkan cairan fluida jika dibatas lower ingat masbro lakukanlah pompa handel berulang kali sampa handel terasa keras. 6. Jika handel sudah terasa keras lihatlah masih ada tidak gelembung udara yang keluar dari bawah jika masih teruslah memompa. 7. Bila gelembung sudah gak keluar lagi disertai handel yang keras berarti prosesnya sudah selesai. Cara ini berhasil dilakukan jika selang dalam keadaan vertikal (misal rem depan) jikalau dicoba di selang keadaan horisontal (rem belakang/cakram) rasa akan sia sia saja, ini disebabkan massa udara yang lebih ringan ketimbang cairan jadi akan memaksa udara keluar keatas nah untuk selang rem belakang berbentuk vertikal akan susah sekali karena jalur selang berbentuk lurus kesamping yang akan membuat udara hanya nyangkut diatas bagian selang, untuk rem cakram belakang lakukanlah buka tutup nipel seperti biasa. Semoga berguna…. Gelembung udara keluar dari dalam master (bawah reservoir) ane dh test sendiri

thema android buat hp n70 dan s60v2

Diposting oleh Excell haryanto pada 16:09, 22-Des-13

aq posting thema buat hp s60v2 yng penampakan kaya android. Ini thema buatan blog sebelah aq mau tulis nama blognya tpi sya lupa jd buat yng merasa punya thema aq mohon maap sumbernya ga aq posting..tpi bila yng brminat mempercantik hp kesyanganya ambil aja nh penampakanya andro.jpg dan dbawah file thema nya tnggal ambil android.sis

KOPDAR MIG33

Diposting oleh Excell haryanto pada 01:55, 14-Des-13

kopdar2.jpgkopdar3.jpgkopdar4.jpgkopdar5.jpgkopdar6.jpg ini kopdar mig33 atw kopdar bandung_imut2 waktu dulu bravo kalian teman yng seru

kopdar mig33

Diposting oleh Excell haryanto pada 01:23, 14-Des-13

kopdar.jpgkopdar1.jpg ini photo kopdar mig33 bersama miger bandung_imut2 sngaja aq posting buat kenangan waktu kumpul dan canda bersama seru2an..susah senang kita ttp brcanda kita udah kaya keluarga lg. Kalian is the best bravo bandung_imut2 kopdar.jpg

nasib seorang satpam

Diposting oleh Excell haryanto pada 14:14, 25-Nov-13

tpam, apa itu satpam? mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan sebutan itu. Satpam adalah "satuan keamanan" satpam biasanya bekerja di peruasahaan- perusahaan swasta yang mempunyai ijin dari pihak kepolisian untuk melakukan pengamanan di instansi swasta atau juga di pakai di perusahaan BUMN milik pemerintah, seorang anggota satpam senantiasa tunduk pada apa yang menjadi peraturan perusahaan dan peraturan negara. namun akhir akhir ini satpam kurang mendapat penghargaan dari pemakai jasa satpam, padahal satpam itu pekerja yang walau bukan primer atau hanya sebagai pendukung, tapi sangat penting keberadaannya. dengan adanya outsorcing saat ini nasib satpam sangat kurang menjanjikan. yang hanya mengandalkan gaji , terkadang pihak outsorcing kurang memberi fasilitas jaminan sebagai seorang pekerja, Bagaimana ketangguhan seorang satpam, walaupun libur, hari besar atau yang lainnya seoarang satpam senantiasa bertanggung jawab dengan pekerjaannya, tanggung jawab mereka sering mengorbankan kepentingan pribadi mereka, mudah mudahan para pengguna satpam, walaupun murah atau lebih efesien hargailah satpam dengan tidak memakai jasa outsorcing, tapi kalaupun memakai jasa outsorcing hargailah jasa jasa mereka dengan memberikan fasilitas atau jaminan yang lebih baik.